132000

132005

 

Akhirnya tim paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar (Parsa) berhasil membawa pulang atau

menyabet piala dari jerih payah kerja keras mereka atas juara pertama sekaligus

pengalaman pertama berlomba di ajang LKBB Harapan bertempatan di lapangan Basket

Harapan, Senin (07/3). Beranggotakan 22 orang personil Parsa tampil anggun dengan

kostum putih yang melekat di tubuh masing- masing anggota, menghadapi 5 tim dari SMP

lainnya.

Rupanya mereka sangat beruntung karena mendapatkan nomer undi ke-1, matahari pagi tak

terlalu terik untuk menyinari gerakan demi gerakan yang di tampilkan oleh Parsa tepatnya di

tengah lapangan basket harapan. Keadaan ini lantas memberikan bonus bagi PARSA untuk

tampil maksimal. ‘’ Cukup menegangkan karena PARSA mendapatkan nomer undi ke-1 tapi saya

merasa lega karena PARSA sudah tampil maksimal dan mendapatkan juara yang diinginkan ‘’

ungkap danton.

Pasukan yang dipimpin oleh danton I Gusti Bagus Radja, tersebut membawakan fariasi formasi, mereka kali ini menampilkan yang lebih bagus, sehingga Parsa mendapatkan kategori formasi fariasi terbaik tahun ini.

I Ketut Arya Batur, pembina Paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengaku terharu dan sangat bangga dengan aksi anak didiknya yang telah ditampilkan “Ya, karena pada saat upacara pembukaan, anak-anak mengeluh sakit pusing ditambah lagi PARSA mendapatkan nomor undi 1 hal tersebut mebuat saya deg-degan, namun saya percaya pasti PARSA yang kuat ini bisa mendapatkan juara satu dan piala bergilir.” Ungkap beliau.

Keberhasilan ini tidak lantas membuat PARSA berbangga diri. Setelah ini masih ada banyak

ajang perlombaan menunggu kejutan yang akan diberikan PARSA serta mengharapkan di

perlombaan berikut bisa mendapatkan juara yang diinginkan bahkan di setiap ajang perlombaan LKBB.

 

SELAMAT PARSA, GANBATTE! (LP)

131990

 

131994

Kali ini seluruh ekstrakurikulier seperti Paskibra,Jurnalistik,Marching Band,PMR,ESCC,Pramuka,Tabuh,KIR dan Olahraga beserta Osis SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengadakan pelantikan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah atau “Pelantikan Osis dan Ekstrakurikuler SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar” seluruh peserta pelantikan tersebut dilantik secara resmi kembali oleh Dra, I.G.A.A. Adyani, M. M pada senin (29/2) yang bertepatan di tengah lapangan Gor Lila Bhuana. Pelantikan dimulai pukul 07.15 Wita dan berakhir pada pukul 09.00 Wita. “Ya, ini pertama kalinya pelantikan diselenggarakan di luar sekolah. Walaupun begitu, ketika selesainya upacara pelantikan seluruh siswa SLUB kembali kesekolah untuk mengikuti pembelajaran.” Ungkap Komang Tia Trismayadevi, Ketua Osis SLUB periode 2016/2017.

Seluruh peserta pelantikan terlihat begitu antusias.Upacara pelantikan dimulai, pukul 07.15 Wita ini, pelantikan dihadiri siswa-siswi beserta para guru-guru seluruh SMP (SLUB) Sarawaswati 1 Denpasar. Acara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars saraswati,penyambutan dari beberapa guru, setelah itu dimulaihlah pelantikan ekstrakurikuler dan pelantikan osis (pegucapan sumpah 16 besar osis) dan terakhir persembahan penampilan ekstra PMR membawakan dance for life, PASKIBRA dan MARCHING BAND.

Disatu sisi, pelantikan tersebut memberi kesan tersendiri bagi ketua osis yang akrab disapa Tia “Senang bisa berada ditengah-tengah ini dan telah dilantik secara resmi kembali menjadi ketua osis 2016/2017.”

Walaupun begitu,seluruh ekstra dan osis yang telah dilantik diharapkan dapat mengharumkan nama sekolah lagi lebih dari sebelumnya. (LP)

Agar lebih jelas, dibawah ini adalah nama-nama ketua dari seluruh ekstrakulikuler periode 2016/2017

  1. ESCC

Ketua: Ni Made Cahyani Trisna Ananda

  1. KIR:

Ketua: Ni Nyoman Adinda Trisna Dewi

  1. PMR

Ketua: Putu Wira Widiantara

  1. JURNALISTIK

Ketua: Sintia Arnita Damayanti

  1. PASKIBRA

Ketua: Ari Pramana

  1. MARCHING BAND (MB)

Ketua: Komang Alit Putra Wiguna

  1. SEPAK BOLA (OLAHRAGA)

Ketua: I Gusti Agung Yoga Paramartha

  1. SENI TARI:

Ketua: Antika Maharani

  1. TABUH

Ketua: Gede Dela

10 PRAMUKA

Ketua: Manik Wahyunanda

409370

409368

Horee, tahun 2016 diisi dengan pelantikan. Kali ini giliran pengembangan diri English Science and Computer Club(ESCC). Sebelumnya, apa itu ESCC? ESCC adalah kumpulan ekstrakulikuler dalam bidang akademik yang ditujukan sebagai wadah siswa dan siswi untuk menyalurkan bakatnya pada bidang akademik. Yang mengadakan pelantikan untuk 102 calon anggota barunya pada Minggu(17/1) lalu. Pelantikan dimulai sejak pukul 06:00 Wita dan berakhir pada pukul 16:30 Wita.

Berbeda dengan pelantikan pada ekstrakulikuler lain, pelantikan ESCC hanya melibatkan otak. Para anggota dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang beranggotakan tiga orang untuk menyelesaikan seluruh pos yang disediakan oleh panitia. Seluruh pos tersebar di gedung SLUB, tepatnya di beberapa kelas yang terpilih.

Seluruh calon anggota terlihat begitu antusias untuk menyelesaikan pos demi pos. Mereka mesti mendapatkan potongan-potongan asteoroid di tiap-tiap pos karena pada saat pelatihan mengambil tema antariksa. Potongan asteoroid baru bisa didapat ketika mereka berhasil menyelesaikan seluruh pertanyaan pada tiap pos. Pemenang ditentukan oleh jumlah poin yang didapat pada saat mereka menyelesaikan pos. Jika mereka tidak bisa menjawab tiga kali berturut-turut disetiap pos maka akan masuk andromeda atau penjara.

Di satu sisi ketika kegiatan tersebut berlangsung ternyata bertepatan dengan hari ulang tahun ketua baru dari ESCC, Cahyani Trisna mengungkapkan perasaan yang senang ketika dikerjai oleh salah satu guru dan kakak senior mereka. Karena Cahyani sendiri sudah mengetahui kalau dirinya akan mendapatkan kejutan.

Pelantikan dimulai pada pukul 14.30 WITA, tepat sesuai jadwal. Pelantikan dihadiri para pembina masing-masing club ESCC serta beberapa orang guru. Acara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengucapan janji anggota ESCC oleh pengurus baru dan diikuti oleh seluruh calon anggota. Acara berakhir dengan acara ramah tamah anggota baru ESCC bersama guru-guru dan para senior mereka.

Ni Putu Sri Rahayu, menggungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi baik kegiatan pelantikan ini, selain dapat menambah rasa tanggung jawab juga mampu mendorong para anggota baru ESCC menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter. Namun di satu sisi beliau merasakan kekecewaan sama seperti pembina yang lain “ Disini sebelumnya kami mengharapkan anak-anak bisa menyelesaikan soal dari game pelatihan secara maksimal namun karena mental anak tersebut belum siap alhasil mereka hanya bisa memberikan hasil semampu mereka saja.” Ungkap beliau. Walaupun begitu kegitan lalu dapat dikatakan terbayar dengan lancar.

Ketua baru terpilih Ni Made Cahyani Trisna Ananda mengungkapkan rasa senangnya karena telah dipercayai untuk memimpin ESCC satu tahun ke depan. “Tentunya kita mesti bekerja sama agar ESCC lebih aktif, semakin maju dari sebelumnya dan berencana tahun depan akan memberikan kejutan,” harap Cahyani.

Agar lebih jelas, dibawah ini adalah nama-nama pengurus baru ESCC periode 2016/2017

Pengurus Baru ESCC angkatan VII periode 2016/2017

Ketua: Ni Made Cahyani Trisna Ananda

Wakil ketua: Ayu Dewi Chandra Pradnyanita

Sekretaris 1: Gede Mahatma Anggakara

Sekretaris 2: Ananda T Cheza Romeo

Bendahara: Anggi Candra Dewi

Kabid 1(KIR): Adinda Trisna Dewi

Kabid 2(IT): Ananda T Cheza Romeo

Kabid 3(Mat): Desak Nyoman Mulya Cahya

Kabid 4(Fis): Edo Dwi Yusriza Ramadhan

Kabid 5(Eng): Daniel Abimanyu Sareng

Kabid 6(IPS): I.G.A.A. Desinta Linggarcani

Selamat untuk ESCC, jadilah yang terbaik untuk kedepannya!

1455174792220

1455174794296

Minggu (07/2), MBGKG(Marching Band Gita Kemala Ganesha) lantik 64 anggota baru rotasi 12 dan 13. Pelantikan itu berlangsung hanya sehari di SMP(SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Acara tersebut di awali dengan riang gembira untuk para anggota baru setelah itu.

Permainan atau pelatihan dimulai pukul 12.30 WITA di lapangan basket SMP(SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Permainan seperti bola terong, memasukkan air kedalam gallon, memanjangkan benda yang dimiliki anggotatersebut, sepak bola sarung, bermain pipet kertas, serta pelatihan tersebut terbagikembali menjadi 5 pos yaitu, pos pertama adalah tanah air, pos kedua adalah pos alat, ketiga adalah pos kejujuran, pos keempat adalah pos alumni dan kelima adalah pos pelatih.

Ketua Unit MB periode 2014/2015, Komang Ayu Sri Iswari atau yang akrab disapa Mang Ayu mengatakan bahwa pelatihan ini untuk membentuk karakter disiplin. “Pelatihan ini bertujuan untuk menambah kedisplinan sekaligus mempererat kebersamaan anggota MBGKG serta memperkenalkan kepada anggota baru bagaimana sesungguhnya MB (Marching Band) SLUB, agar kedepannya menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Pukul 16.00 WITA acara dilanjutkan dengan pelantikan tanpa dihadiri oleh ibu kepala sekolah, Dra. I G. A. A. Adnyani, MM., seluruh anggota MBGKG berkumpul di Lapangan Parkir SLUB. Anggota rotasi 12 dan 13 yang diawali dengan upacara dilanjutkan dengan janji anggotabaru dan setelah itu diberikan pengarahan, dan melakoni tradisi “Siraman Bunga” sebagai tanda telah dilantik serta mencium bendera.

Ari Tama Wijaya, salah seorang anggota pelantikan mengatakan bahwa dirinya sangat gembira dapat berpatisipasi dalam pelantikan tersebut. “Saya sangat gembira berpatisipasi dalam pelantikan yang seru ini walaupun agak sedikit tegang ketika jurit siang,” ujarnya dengan polos.

Setelah persiapan yang singkat sekitar kurang lebih satu bulan, akhirnya tim paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar(Parsa) berhasil memboyong dari jerih payah keringat kerja keras mereka dengan sebuah piala juara 3 pada ajang LKBBPPI(Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris Purna Paskibraka Indonesia) yang bertempat di halaman RRI, Sabtu(30/1). Beranggotakan 22 orang personil, PARSA tampil terbilang anggun dengan kostum warna putih menghadapi 19 tim dari SMP lainnya.

Rupanya mereka sangat beruntung karena mendapatkan nomer undi ke-1, matahari pagi tak terlalu terik untuk menyinari gerakan demi gerakan yang ditampilkan oleh PARSA tepatnya di tengah lapangan RRI. Keadaan ini lantas seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh PARSA untuk tampil dengan maksimalnya. “Setelah tampil saya merasa lega, walaupun penampilan tadi terbilang tidak memuaskan, namun kami sudah berjuang sampai di titik ini.” Ungkap danton.

Harta Wijaya, pelatih PARSA mengaku bangga dan tetap bersikeras pada anak didiknya untuk terus melatih mental dan setiap penampilannya.

Di satu sisi, ajang perlombaan tersebut member kesan tersendiri bagi I Gusti Bagus Radja, danton PARSA. “Saya dapat bertemu kembali dengan teman lama dan disini kami bersaing secara sehat, walaupun kita sudah berbeda sekolah namun tidak ada yang namanya (mantan) teman!” ujar Radja.

Setelah ini masih ada banyak ajang perlombaan yang menunggu kejutan yang akan diberikan PARSA serta PARSA mengharapkan di lomba berikutnya bisa mendapatkan juara yang diinginkan bahkan di setiap ajang perlombaan LKBB,

1454824745864[1]

1454825122110[1]1454825118963[1]Jumat (22/01) SMP Saraswati 1 Denpasar didatangi tamu spesial berasal dari negara Paman Sam – Amerika Serikat. Tamu tersebut adalah 16 orang mahasiswa jurusan sekolah tinggi bahasa asing (STIBA) Saraswati, I Kadek Putra Yasa, Ni Putu Novita Kumalasari, I Wayan Suta Wijaya, serta mahasiswa dari Messiah College Pennsylvania, Amerika Serikat, Ms Kyle, Ms Hana, Ms Allie, Ms Elisabel didampingi oleh Dosen Ni Wayan Krismayani dan Dr. Jan Dormer.

Kehadiran mereka ini disambut penuh senyum yang diperlihatkan langsung oleh Dra.IG.A.A. Adnyani, M.M dilanjutkan oleh guru lainnya. Rombongan tamu ini kemudian menuju kelas VII bilingual dan VIII bilingual yang telah dipersiapkan untuk mengajar atau melakukan pertukaran budaya. “Terimakasih sebelumnya, kami disini sudah diterima dan diberi kesempatan untuk mengajar sekaligus memperkenalkan budaya satu sama lain,” ungkap Ni Wayan Krismayani, Dosen STIBA Saraswati tersebut.

Pertukaran budaya yang diperkenalkan mereka seperti, siswa diberikan pertanyaan yang menarik seperti bermain games, menebak sesuatu hal yang kemudian dituangkan ke sebuah gambaran, pembagian sourvenir dari mahasiswa tersebut dan sebagainya.

Selain dalam rangka untuk pertukaran budaya, mereka juga akan menghadiri workshop dan berencana untuk kedepannya mengajar di SD, SMP, serta SMA lainnya seperti di SLUB.

Pastinya atas kehadiran mereka, Dra.IG.A.A. Adnyani, M.M sangat tersanjung karena telah diberikan sebuah manfaat untuk siswa dan siswinya dan kedatangan langsung mahasiswa dari Messiah College Pennsylvania, Amerika Serikat.

14548225872021-682x1024

Aimee

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar sukses mendulang juara di Lomba Puisi Berbahasa Inggris tingkat SMP se-Bali. Dua perwakilan yang dikirim untuk berlaga di SMK 2 Saraswati pada tanggal 7 Januari 2016 berhasil memborong dua juara.

Juara Pertama diraih Ni Made Cahyani Trisna Ananda, anak kedua dari Nyoman Wirahadi dan Ketut Adi Listiari. Sedangkan juara kedua diperoleh Aimee Putri Minarhita, anak pertama Moch. Isa Ghautama dan Revina.

Kedua tersebut terpilih menjadi perwakilan dari SLUB Saraswati Denpasar. Mereka mengalahkan 9 peserta dari SMP lain. Wakil-wakil SLUB ini mengambil puisi berjudul “The Moon Has Fallen” yang merupakan sesuatu yang menghantui kita dalam hal negatif dan bagaimana cara kita untuk dapat mengendalikan diri tersebut. Jadi untuk membawakan puisi tersebut harus paham apa yang dimaksud, penghayatan yang pas dan pandai-pandainya mengatur emosi (Intonasi).

Meskipun dengan waktu persiapan yang cukup singkat, para perwakilan tersebut tetap percaya diri. Seperti, Cahyani mengaku sangat senang ketika mengetahui bahwa dirinya mampu mendapatkan juara 1 pada ajang tersebut. Terlebih lagi ini adalah kemenangan pertama baginya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam perlombaan. “Tidak menyangka, campur aduk saat di beritahu guru pembina jika mendapat juara 1, karena persiapannya hanya 3 hari. Sontak senengnya bukan main.” Ungkap siswa VIII Bilingual ini.

Perwakilan SLUB mengaku hal yang menantang disini adalah ketika lomba baca puisi menggunakan bahasa inggris yang penilaiannya berfokus pada grammar yang berarti tata bahasa. Berbanding dengan lomba baca puisi berbahasa Indonesia.

Atas prestasi tersebut siswi SLUB Saraswati 1 Denpasar didampingi pembina Dwi Jayanti mengapresiasi anak didiknya yang mendapatkan piala, piagam dan uang tunai.

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil menyabet gelar juara 2 pada LKTI yang diadakan oleh SMAN 5 Denpasar tingkat SMP Se-Bali (23/12). Perlombaan yang diadakan dalam rangkaian peringatan HUT SMANELA ini meloloskan 6 tim untuk berlaga di babak final lohh! Para peserta yang lolos ke babak final adalah tim-tim terbaik yang sebelumnya telah melewati seleksi naskah.

SLUB saat itu mengirimkan satu timnya yakni Desak Made Pramesti Diah Prameswari bersama I Putu Tejamulia Sudiana yang memaparkan hasil penelitian tentang “Bata Tempel Peredam Suara, Pemanfaatan Kulit Jagung, Cangkang Telur dan Serbuk Gergaji Kayu”, yaitu Batu Batako yang bisa merendam kebisingan, batako tersebut terbuat dari kulit jagung, cangkang telur, dan serbuk kayu, jadi untuk mengolahnya batako itu harus memiliki pori supaya menyerap dan atau memantulkan bunyi.

Meskipun masuk tiga besar, kekecewaan tetap menghampiri tim.. Waktu diakui mereka menjadi kendala dalam perlombaan tersebut. “Penelitian ini hanya dipersiapka dengan waktu yang terbilang singkat dan kebanyakan berlatih perorangan, apalagi ketika presentasi dimulai harus kebut-kebutan karena aku harus mengikuti upacara adat,” ujar Diah, ketua tim.

Di lain sisi, mereka ingin mengumpulkan lebih banyak prestasi perlombaan terutama yang diadakan oleh SMA. “Aku memang ingin bersekolah di SMANELA, jadi aku sangat senang dengan prestasi ini,” Ujar Teja.

1452941198426

Kabar gembira datang dari pengembangan diri PMR SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. 3 tim yang dikirim untuk berlaga di SMA Negeri 3 Denpasar dalam ajang Eksibisi Praja Muda pada tanggal 3 Januari 2016 yakni yang diwakili oleh tim pertama ‘Tutor Sebaya’ adalah Putu Wira Widiantara dan Putu Githa Sari Prathivi, tim kedua ‘Pertolongan Pertama’ perwakilan Bulan Natalia, Sasmita Dhivani, Noviantika Dewi dan tim ketiga lomba ‘Cerdas Cermat’ diwakili oleh Putri,Finishia dan Ani. Namun hanya satu tim pertama perwakilan Putu Wira Widiantara dan Putu Githa Sari Prathivi yang bisa meraih juara.

Wakil-wakil SLUB ini harus berhadapan dengan 20 tim dari SMP lain. Salah satunya yaitu Tutor sebaya, mereka mengangkat tentang IMS (Infeksi Menular Seksual) yang merupakan penularan seksual akibat melakukan hubungan yang beresiko menyerang sistem reproduksi bagi laki-laki dan perempuan yang sangat berpotensi besar terkena HIV .

Meskipun dengan waktu persiapan yang cukup singkat, para anggota tim mengaku tak percaya diri karena saingan tim PMR dari smp lain sangat kuat. Wira sebagai ketua PMR perwakilan lomba Tutor Sebaya mengaku sangat senang ketika mengetahui bahwa timnya mampu mendapatkan juara 1 pada ajang tersebut. Terlebih lagi ini adalah kemenangan pertama baginya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam perlombaan di SMAN 3 ini. “Gak nyangka, dikira tidak dapet juara karena ketika perlombaan berlangsung tiba-tiba lupa saat ingin menjelaskan makna dari memakaikan mitela pada kesepakatan aksi. Sempat menduga juga sih kalau kami mendapatkan juara harapan 1 di tambah lebih galau lagi ketika panitia mengatakan pemenangnya dari tim A dan B, nah PMR slub tidak ada dari tim tersebut namun semuanya seolah berputar 180 derajat ketika juara 1 dari tim PMR slub, sontak kita senengnya bukan main, SMA Negeri 3 lagi!” ungkapnya kegirangan. Tim ini dibina oleh I Komang Mega Eparwan, Spd. Menurutnya, sisi yang membuat siswa-siswanya ini unggul adalah karakter yang khas serta tanggung jawab mereka. “ Mereka mempersiapkan ini cukup singkat yaitu selama 6 hari, apabila mereka tidak bertanggung jawab sepertinya akan sulit bisa sampai ke titik ini,” ungkap beliau.

Meskipun begitu, tetap berharap kelak adik-adiknya mampu melanjutkan prestasi yang telah mereka torehkan bahkan dengan hasil yang lebih baik. Mereka menargetkan untuk tahun depan mendapatkan juara 1 kembali sekaligus menyabet juara umum .

Di satu sisi, kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Dra. IG. A.A. Adnyani, M.M sangat mengapresiasi perjuangan anak-anaknya. “Saya sangat bangga, bahagia dan terharu, karena PMR sudah membawa nama baik SLUB, sebelumnya saya baru ingat kalau PMR lomba ketika diberi tahu mendapatkan juara 1 ini merupakan prestasi sekaligus hadiah di awal tahun 2016,” tutur beliau.

Oleh: Sintia Arnita Damayanti

IMG_4522

 

Untuk keempat kalinya, peneliti muda SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar meraih medali emas pada ajang Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat nasional yang tahun ini diadakan di Bali tepatnya di hotel Grand Inna Bali Beach  25-29 Oktober. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini emas tersebut datang dari penelitian bidang IPS.

Tahun ini medali emas itu datang dari bidang IPS, melalui penelitian yang berjudul “Tradisi Luluh Ampad, Kearifan Lokal Pencegah “Jual Tanah Warisan” dan Alihfungsi lahan Pertanian (Studi Desa Buahan, Kintamani, Bangli, Bali” oleh Kadek Nola Arista Putri dan Ni Putu Diah Pradnyanita Setiadi.

Nolla Arista Putri, ketua tim mengaku sangat senang setelah nama sekolahnya disebut saat pengumuman.  “Saya sangat senang karena usaha yang dilakukan selama ini tidaklah sia-sia,” ungkapnya. Lolosnya penelitian ini ke tingkat nasional tentu saja bukan didapatkan dari kerja yang singkat. Setidaknya, mereka menghabiskan waktu sebulan untuk merampungkan penelitian ini. “Kesulitan kami saat melakukan penelitian adalah saat mencari data di Desa Buahan, utamanya data tentang profil Desa. Seluruhnya kami memerlukan waktu sebulan,” ungkap Diah, anggota tim.

I G. A. A. Adnyani, M.M., kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar tidak henti-hentinya bersyukur dan mengucapkan rasa bangga kepada siswa-siswanya. Beliau sangat mengapresiasi prestasi yang kembali didapatkan untuk yang keempat kalinya ini. “Bangga dan sangat senang, ini sekaligus akan menjadi tanggung jawab kita untuk mempertahankannya tahun depan, dan itu akan semakin berat,”terangnya.

Ide dalam penelitian yang diangkat oleh Kadek Nola Arista dan Diah Pradnyanita ini muncul dari fonemena jual beli tanah yang semakin marak di Bali. Tidak hanya itu, keprihatinan mereka terhadap alihfungsi lahan di Bali juga menjadi dasar kuatnya penelitian mereka.

Pada akhir penelitianya, mereka berpesan agar desa-desa lain di Bali bisa menjadikan tradisi Luluh Ampad ini sebagia contoh untuk menjaga tanah leluhur.

“Kami berharap desa-desa lain di bali, tetap melakukan upaya untuk menjaga tanah tanah yang ada di desanya agar tidak dialihfungsikan menjadi bangunan atau dijual,” tutup Diah.

Oleh: Sintia Arnita Damayanti, A. A. Inten Pramitriyani