Hallo sahabat pena, lagi-lagi esktrakurikuler Paskibra berhasil membawa pulang piala juara 2 Minggu(18/12) di ajang perlombaan LKBB SMAN 5 Denpasar. ” PARSA kembali meraih juara 2 dalam ajang LKBB SMANELA,” ungkap Arya Batur selaku pembina.

Nomor undi 4 ini tampil ditengah lapangan basket SMANELA yang langsung disorot oleh matahari. Tetapi itu tidak mematahkan semangatnya. Tim PARSA terlihat mengagumkan mengenakan dress code orange dan gerakan-gerakan konsistennya. Sewaktu tampil tentu saja dapat melakukan kesalahan. ” Tidak banyak juga sih yang melakukan kesalahan, mungkin saja banyak yang kurang paham dalam mengikuti TM minggu lalu, sehingga sekarang bisa melakukan kesalahan,” jelas Budi Arsana selaku juri.

Pak Aria, berharap tahun depan Tim PARSA bisa momborong nominasi dan membawa pulang piala bergilir di ajang LKBB SMANELA.
(LP)

 

Suara Brass, dan perkusi meramaikan lapangan Puputan Badung, Marching Band Gita Kemala Ganesha tampil untuk memeriahkan acara Denpasar Festival (31/12) yang dimeriahkan oleh 65 orang terdiri dari CG ,perkusi, dan brass yang merupakan siswa SLUB. Ketua Marching Band merasa senang karena dapat ikut serta dalam acara ini dan dapat membantu unit “perasaan saya sangat senang, karena saya bisa membantu unit dalam mempersiapkan ini” ungkap Alit selaku ketua ekstra tersebut. Walaupun berjalan dengan lancar saat tampil namun ada juga masalah saat latihan “Masalah terjadi saat latihan selama 2 minggu kesalahan itu kebanyakan dari calon anggota kami” ucapnya. Lagu yang dibawakan terdiri dari Anak sekolah,Marvin gaye, dan Cheerleader.

 

Intan Gayatri begitulah ia kerap disapa. Siswi yang bersekolah di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar ini memiliki bakat dalam bidang Bahasa Indonesia. Begitu ia mendengar kabar bahwa akan diadakan lomba berpuisi tingkat kota, ia langsung tertarik untuk mengikutinya. Ia berlatih sembari dibimbing oleh seorang pembina yang mana merupakan guru yang mengajar Bahasa Indonesia untuk kelas 9 di SMP Saraswati 1 Denpasar. Bu Midi begitulah guru tersebut kerap disapa.

Cara guru ini dalam mengasah atau melatih Intan terbilang unik dan efektif. “Kalau sistem latihan Bu Midi itu jadi misalnya Bu Midi ngajar dimana gitu, diajak lah kesana latihan berpuisi di depan kelas” Jelas Intan. Menurut Bu Midi latihan ini efektif untuk mengatur mental anak. Awalnya Intan tidak terlalu suka dengan puisi menurut pengakuannya namun setelah diasah dan dimotivasi oleh orang-orang terdekatnya ia mulai menyukai dan tertarik dengan puisi.

Siswi yang mulai mengikut lomba puisi sejak kelas 8 ini berhasil memenangkan lomba pada 20 September 2016 di Museum Bali. Intan berhasil meraih Juara 2 Setingkat Kota Denpasar. “Semua pembina itu berharap anaknya sukses, kalau anaknya sukses bukan pembinanya yang mendapat sanjungan tetapi anaknya” Ungkap perasaan Bu Midi saat mengetahui Intan Gayatri berhasil meraih Juara 2 tingkat Kota Denpasar. (LP)

1478868397145

1478952773410

Hallo sahabat pena, baru-baru SMP (SLUB) Saraswati Denpasar meraih juara 1 dalam ajang perlombaan LKTI POS 4 yang diadakan oleh SMAN 4 Denpasar Jumat (20/10). Para peserta yang lolos ke babak final adalah siswa-siswi yang telah melewati seleksi naskah. SLUB mengirim 5 tim, namun yang lolos ke babak final yakni Ni Luh Ayu Diah Sawitri, Sang Ayu Putu o Santika Dewi dan Ni Putu Mitha Purwaningrum. Setelah masih-masing peserta tersebut melakukan presentasi akhirnya, Ni Luh Putu Ayu Diah Sawitri meraih juara 1 dengan hasil penelitian tentang “Case Endek, Pemanfaatan Produksi Lokal Sebagai Peluang Usaha Kreatif”.

Diah Sawitri sangat terkejut dan senang telah mendapatkan juara. “Aku sangat terkejut padahal sainganku pinter-pinter, tapi aku sangat senang dapat juara 1,” ungkap Sang Juara. Wanita belia ini telah mengharumkan nama sekolah dengan menjuarai lomba bergengsi.

Tidak hanya itu guru pembina pun terlibat atas kemenangan yaitu Pande Putu Sekar. Beliau mengungkapkan perasaan bangga kepada anak dibinaannya. “Saya sangat bangga dan senang mendengar kabar gembira ini, Diah Sawitri telah menjadi pemenang,” ungkap Pembina. Pande Putu Sekar juga mengharapkan prestasi tersebut bisa dipertahankan kembali. “Saya berharap prestasi-prestasi bergengsi seperti itu bisa dipertahankan kembali,” lanjutnya.

Semua usaha tidak akan mengkhianati hasilnya. Seperti halnya dengan Diah Sawitri. Selamat untuk Diah Sawitri dan keluarga besar KIR. (LP)

lpsn1

lpsn2

Dalam ajang Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN), ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) berhasil membanggakan SLUB beserta Provinsi Bali. Salah satu tim KIR SLUB yang diketuai oleh AA Istri Dina Wahyuni dan beranggotakan IGAA Desinta Linggarcani meraih juara dalam bidang IPA (30/09), lomba ini diadakan selama empat hari yaitu dari tanggal 25-29 September 2016 yang bertempat di Jakarta. Dengan ide yang menarik yaitu karakter morfologi dan anatomi bunga serta daun beberapa varietas kamboja (plumeria Acuminata) sebagai sumber keanekaragaman hayati tingkat spesies, ia menganggap bahwa bunga kamboja merupakan bunga yang cocok diteliti karena sedikit orang yang meneliti dikarenakan bepikir hal-hal yang aneh “Aku pakai tanaman kamboja karena tanaman kamboja di luar Bali, dianggap sebagai tanaman kuburan, jadi orang-orang beranggapan hal yang aneh tentang tanaman kamboja, kan sayang banget kalau aku enggak pakai” ungkap siswi yang biasa disapa Gungdin tersebut. Adapun kendala dalam berlangsung lomba ini yaitu Pembina tim yang tak bisa hadir ke tempat perlombaan tetapi berkat media sosial bisa mengatasi masalah tersebut “Saya tak bisa hadir ke Jakarta karena saya menjaga anak, syukur saja ada media sosial jadi saya bisa membimbing melalui media sosial” ungkap Pande Putu Sekar Ariwidiantari selaku Pembina dari tim ini. Kebahagiaan juga dirasakan oleh Kepala sekolah SLUB “Saya merasa bahagia tak terkira karena ini untuk kelima kalinya berturut-turut SLUB meraih juara pada ajang LPSN ini” ucap I G A A Adyani selaku kepala sekolah SLUB.

wira

Putu Wira Widiantara. Nama yang tidak terdengar asing di lingkungan SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Hampir seisi sekolah mengenalnya sebagai siswa yang berprestasi. Tak hanya berprestasi, ia juga terkenal dengan siswa yang ramah.

Beberapa bulan lalu, siswa yang akrab disapa Wira ini berhasil mengharumkan nama Bali pada ajang perlombaan Jumbara Nasional dan Manca Negara di Sulawesi Selatan yang dilaksanakan selama tujuh hari. Bersama teman sekontingennya, mereka meraih juara pertama. “Excited banget waktu tahu dapat juara satu.” Ujarnya dengan wajah berseri-seri. Selain itu ia juga mengaku lamanya tim melakukan pelatihan untuk lomba tersebut adalah enam hari, sementara kontingen lain sampai berbulan-bulan.

“Selama lomba itu, aku juga mengalami kesulitan, yaitu ada pada di kontingen lain. Kontingen Bali kita diajarkan untuk frontal, tapi untuk kontingen lain ada beberapa pelajaran itu yang masih ditutup-tutupi sehingga kelihatan tabu gitu.” Ungkap Wira. Tetapi berkat usaha, ia bisa mengatasi kesulitan tersebut.

Perlengkapan yang disiapkan oleh anak tunggal ini pun tidak main-main. Ia sudah mempersiapkan materi jauh-jauh hari, yaitu materi mengenai Pendidikan Remaja Sebaya (PRS). Selain materi, ia juga tak lupa berdoa, karena harus meminta izin baik secara skala maupun niskala menurut kepercayaan di Bali.

“Buat anak SLUB, teruskan karyamu agar bisa mencapai nasional maupun internasional, khususnya untuk anak PMR jangan pernah patah semangat dalam berprestasi.” Tutupnya.

fisika

Akhirnya prestasi di bidang akademik bisa dilahirkan kembali oleh klub fisika dari SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar.

Proses tidak akan pernah mengkhianati hasilnya terbukti dari perwakilan tim SLUB yaitu yang diketuai oleh Edo Dwi Yusriza Ramadhan, dan anggota Putu Surya Nugraha dan Daniel Abimanyu Sareng, melakukan pelatihan selama 2 bulan terakhir dan akhirnya membawa pulang piala juara 1 kemarin (01/08) di SMAN 1 Denpasar.

Walaupun hanya delapan orang yang mengikuti ekstra fisika di SLUB, tapi Edo sapaan akrabnya mengungkapkan “Akhirnya saya bisa menunjukan kepada teman-teman kalau klub fisika SLUB juga bisa meraih juara 1” ungkap selaku ketua fisika.

“Kebetulan tim fisika SLUB hanya mengirim satu tim kalau lebih dari satu tim pasti bisa dapat juara juga karena SLUB gudang prestasi di bidang akademi maupun non akademik.” Sambungnya.

Di SLUB orang biasa bisa menjadi luar biasa!

Selamat ya Klub Fisika SLUB!

IMG_8329 IMG_8572

Hallo sahabat pena, baru-baru ini ada kabar gembira lagi loh dari salah satu ekstrakurikuler SMP Saraswati yaitu Paskibra yang berhasil membawa pulang piala juara 2 Sabtu (30/07) di ajang perlombaan LKBB SMAN 1 Denpasar. “PARSA kembali meraih juara 2 dalam ajang LKBB SMANSA,” ungkap Arya Batur selaku Pembina.

Bertepatan pada jam 12 siang, nomor undi 9 itu tampil di tengah lapangan basket SMANSA yang langsung disorot oleh matahari. Tapi itu tidak mematahkan semangat mereka, PARSA terlihat bersinar dengan mengenakan dress code putih yang menggambarkan gerakan-gerakan konsistennya. “Saya lihat tim paskibra SLUB sangat bagus gerakannya, tak ada yang salah dari awal sampai akhir,” kata beliau dengan senyum. “Tapi, kami tidak tahu, ketika pengumuman kita meraih juara 2, saya cukup kaget,” lanjutnya.

Pak Arya, begitu sapaan akrabnya, berharap tahun depan tim PARSA bisa meraih juara 1 bahkan merebut juara umum, danton terbaik dan variasi formasi terbaik di ajang LKBB SMANSA.

IMG_8305

IMG_8384

Lagi-lagi salah satu ekstrakulikuler SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil meraih prestasi. Setelah hiatus beberapa bulan, akhirnya mereka muncul kembali menjadi “Sang Juara”. Kira-kira ekstrakulikuler apa sih itu?

Selepas mempersiapkan kurang lebih sebulan, Paskibraka SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar akhirnya tampil pada Minggu (17/07) di ajang lomba LKBB SMAN 6 Denpasar. Gerakan-gerakan mereka yang terlihat tangkas itu mampu menarik perhatian bagi para penonton. Walaupun saat tampil terdapat cukup banyak kesalahan, namun hal itu tidak membuat penontonnya mengalihkan perhatian mereka.

Suatu usaha tidak pernah mengkhianati hasilnya. Itulah yang terjadi pada tim yang bernomor undi 8 ini. Usaha keras mereka berhasil membawa pulang juara I LKBB Sixsma. Tak hanya membawa pulang juara, tim mereka juga meraih Variasi Formasi Terbaik dan Danton Terbaik.

Pak Arya Batur, selaku pembina Paskib, mengaku sangat bahagia karena anak-anak didiknya berhasil meraih juara satu. “Kami dari ekstrakulikuler Paskib SLUB sangat senang dan juga bangga karena bisa mendapatkan juara dan juga berhasil mengalahkan semua kategori yang ada,” ungkap beliau sembari tersenyum.

 

Congratulations Parsa! Keep your spirits! (LP)

 

 

IMG_7957

IMG_8278

Hari ini (16/07) Matahari tidak menampakkan sinarnya. Seluruh peserta MPLS yang beragama Hindu melakukan persembahyangan bersama di padmasana SLUA. Kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara masuk kelas unggulan dan bilingual di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar . Sebelumnya pada (15/07) diadakan tes tertulis sebanyak enam mata pelajaran.

Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, I Nyoman Sumerta, tahun ini minat masuk ke kelas unggulan sangat besar. Ini terlihat dari banyaknya siswa yang mendaftar untuk masuk di kelas unggulan. “Dari 256 siswa baru yang mendaftar, 114 orang di antaranya mendaftarkan diri untuk masuk ke kelas unggulan,” ungkap beliau.

Kelas di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar terbagi menjadi dua kelompok kelas yaitu kelas unggulan dan kelas reguler.  Kelas unggulan dibagi lagi menjadi  tiga rombel (rombongan belajar) yakni kelas bilingual, kelas unggulan 1 dan kelas unggulan 2. Yang membedakan antara kelas unggulan dengan kelas reguler, kelas unggulan mendapat fasilitas kelas yang berbeda.  Selain itu, siswa yang berada di kelas unggulan diprioritaskan untuk mewakili sekolah dalam ajang perlombaan.