SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar sukses meraih juara di Lomba Puisi Berbahasa Inggris tingkat SMP se-Bali. Dua perwakilan yang dikirim untuk berlaga di SMK 2 Saraswati (7/1) berhasil memborong dua juara sekaligus

Adalah Ni Made Cahyani Trisna Ananda, anak kedua dari Nyoman Wirahadi dan Ketut Adi Listiari yang berhasil memperoleh juara pertama. Sementara itu, Aimee Putri Minarhita, anak pertama Moch. Isa Ghautama dan Revina berhasil memperoleh juara dua. Sebelumnya mereka telah bersaing dan berhasil mengalahkan 9 peserta dari SMP lain. Wakil-wakil SLUB ini mengambil puisi berjudul “The Moon Has Fallen” yang merupakan sesuatu yang menghantui kita dalam hal negatif dan bagaimana cara kita untuk dapat mengendalikan diri. Untuk membawakan puisi tersebut harus paham apa yang dimaksud, penghayatan yang pas dan pandai-pandainya mengatur emosi (Intonasi).

Meskipun dengan waktu persiapan yang cukup singkat, bermodalkan kepercayaan diri mereka mampu menunjukkan eksistensi dirinya. Seperti, Cahyani mengaku sangat senang ketika mengetahui bahwa dirinya mampu mendapatkan juara 1 pada ajang tersebut. Terlebih lagi ini adalah kemenangan pertama baginya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam perlombaan. “Tidak menyangka, campur aduk saat di beritahu guru pembina jika mendapat juara 1, karena persiapannya hanya 3 hari. Sontak senengnya bukan main,” ungkap siswa VIII Bilingual ini.

Senada dengan para pemenang, Ibu Dwijayanti, sang guru pelatih juga mengungkapkan perasaan bangganya. “Saya sangat mengapresiasi keberhasilan siswa SLUB dalam berbagai ajang perlombaan,” tutur beliau.

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil menyabet gelar juara 2 pada LKTI yang diadakan oleh SMAN 5 Denpasar tingkat SMP Se-Bali (23/12). Perlombaan yang diadakan dalam rangkaian peringatan HUT SMANELA ini meloloskan 6 tim untuk berlaga di babak final lohh! Para peserta yang lolos ke babak final adalah tim-tim terbaik yang sebelumnya telah melewati seleksi naskah.

SLUB saat itu mengirimkan satu timnya yakni Desak Made Pramesti Diah Prameswari bersama I Putu Tejamulia Sudiana yang memaparkan hasil penelitian tentang “Bata Tempel Peredam Suara, Pemanfaatan Kulit Jagung, Cangkang Telur dan Serbuk Gergaji Kayu”, yaitu Batu Batako yang bisa merendam kebisingan, batako tersebut terbuat dari kulit jagung, cangkang telur, dan serbuk kayu, jadi untuk mengolahnya batako itu harus memiliki pori supaya menyerap dan atau memantulkan bunyi.

Meskipun masuk tiga besar, kekecewaan tetap menghampiri tim.. Waktu diakui mereka menjadi kendala dalam perlombaan tersebut. “Penelitian ini hanya dipersiapka dengan waktu yang terbilang singkat dan kebanyakan berlatih perorangan, apalagi ketika presentasi dimulai harus kebut-kebutan karena aku harus mengikuti upacara adat,” ujar Diah, ketua tim.

Di lain sisi, mereka ingin mengumpulkan lebih banyak prestasi perlombaan terutama yang diadakan oleh SMA. “Aku memang ingin bersekolah di SMANELA, jadi aku sangat senang dengan prestasi ini,” Ujar Teja.

1452941198426

Kabar gembira datang dari pengembangan diri PMR SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. 3 tim yang dikirim untuk berlaga di SMA Negeri 3 Denpasar dalam ajang Eksibisi Praja Muda pada tanggal 3 Januari 2016 yakni yang diwakili oleh tim pertama ‘Tutor Sebaya’ adalah Putu Wira Widiantara dan Putu Githa Sari Prathivi, tim kedua ‘Pertolongan Pertama’ perwakilan Bulan Natalia, Sasmita Dhivani, Noviantika Dewi dan tim ketiga lomba ‘Cerdas Cermat’ diwakili oleh Putri,Finishia dan Ani. Namun hanya satu tim pertama perwakilan Putu Wira Widiantara dan Putu Githa Sari Prathivi yang bisa meraih juara.

Wakil-wakil SLUB ini harus berhadapan dengan 20 tim dari SMP lain. Salah satunya yaitu Tutor sebaya, mereka mengangkat tentang IMS (Infeksi Menular Seksual) yang merupakan penularan seksual akibat melakukan hubungan yang beresiko menyerang sistem reproduksi bagi laki-laki dan perempuan yang sangat berpotensi besar terkena HIV .

Meskipun dengan waktu persiapan yang cukup singkat, para anggota tim mengaku tak percaya diri karena saingan tim PMR dari smp lain sangat kuat. Wira sebagai ketua PMR perwakilan lomba Tutor Sebaya mengaku sangat senang ketika mengetahui bahwa timnya mampu mendapatkan juara 1 pada ajang tersebut. Terlebih lagi ini adalah kemenangan pertama baginya dari pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam perlombaan di SMAN 3 ini. “Gak nyangka, dikira tidak dapet juara karena ketika perlombaan berlangsung tiba-tiba lupa saat ingin menjelaskan makna dari memakaikan mitela pada kesepakatan aksi. Sempat menduga juga sih kalau kami mendapatkan juara harapan 1 di tambah lebih galau lagi ketika panitia mengatakan pemenangnya dari tim A dan B, nah PMR slub tidak ada dari tim tersebut namun semuanya seolah berputar 180 derajat ketika juara 1 dari tim PMR slub, sontak kita senengnya bukan main, SMA Negeri 3 lagi!” ungkapnya kegirangan. Tim ini dibina oleh I Komang Mega Eparwan, Spd. Menurutnya, sisi yang membuat siswa-siswanya ini unggul adalah karakter yang khas serta tanggung jawab mereka. “ Mereka mempersiapkan ini cukup singkat yaitu selama 6 hari, apabila mereka tidak bertanggung jawab sepertinya akan sulit bisa sampai ke titik ini,” ungkap beliau.

Meskipun begitu, tetap berharap kelak adik-adiknya mampu melanjutkan prestasi yang telah mereka torehkan bahkan dengan hasil yang lebih baik. Mereka menargetkan untuk tahun depan mendapatkan juara 1 kembali sekaligus menyabet juara umum .

Di satu sisi, kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Dra. IG. A.A. Adnyani, M.M sangat mengapresiasi perjuangan anak-anaknya. “Saya sangat bangga, bahagia dan terharu, karena PMR sudah membawa nama baik SLUB, sebelumnya saya baru ingat kalau PMR lomba ketika diberi tahu mendapatkan juara 1 ini merupakan prestasi sekaligus hadiah di awal tahun 2016,” tutur beliau.

Oleh: Sintia Arnita Damayanti

IMG_4522

 

Untuk keempat kalinya, peneliti muda SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar meraih medali emas pada ajang Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat nasional yang tahun ini diadakan di Bali tepatnya di hotel Grand Inna Bali Beach  25-29 Oktober. Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini emas tersebut datang dari penelitian bidang IPS.

Tahun ini medali emas itu datang dari bidang IPS, melalui penelitian yang berjudul “Tradisi Luluh Ampad, Kearifan Lokal Pencegah “Jual Tanah Warisan” dan Alihfungsi lahan Pertanian (Studi Desa Buahan, Kintamani, Bangli, Bali” oleh Kadek Nola Arista Putri dan Ni Putu Diah Pradnyanita Setiadi.

Nolla Arista Putri, ketua tim mengaku sangat senang setelah nama sekolahnya disebut saat pengumuman.  “Saya sangat senang karena usaha yang dilakukan selama ini tidaklah sia-sia,” ungkapnya. Lolosnya penelitian ini ke tingkat nasional tentu saja bukan didapatkan dari kerja yang singkat. Setidaknya, mereka menghabiskan waktu sebulan untuk merampungkan penelitian ini. “Kesulitan kami saat melakukan penelitian adalah saat mencari data di Desa Buahan, utamanya data tentang profil Desa. Seluruhnya kami memerlukan waktu sebulan,” ungkap Diah, anggota tim.

I G. A. A. Adnyani, M.M., kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar tidak henti-hentinya bersyukur dan mengucapkan rasa bangga kepada siswa-siswanya. Beliau sangat mengapresiasi prestasi yang kembali didapatkan untuk yang keempat kalinya ini. “Bangga dan sangat senang, ini sekaligus akan menjadi tanggung jawab kita untuk mempertahankannya tahun depan, dan itu akan semakin berat,”terangnya.

Ide dalam penelitian yang diangkat oleh Kadek Nola Arista dan Diah Pradnyanita ini muncul dari fonemena jual beli tanah yang semakin marak di Bali. Tidak hanya itu, keprihatinan mereka terhadap alihfungsi lahan di Bali juga menjadi dasar kuatnya penelitian mereka.

Pada akhir penelitianya, mereka berpesan agar desa-desa lain di Bali bisa menjadikan tradisi Luluh Ampad ini sebagia contoh untuk menjaga tanah leluhur.

“Kami berharap desa-desa lain di bali, tetap melakukan upaya untuk menjaga tanah tanah yang ada di desanya agar tidak dialihfungsikan menjadi bangunan atau dijual,” tutup Diah.

Oleh: Sintia Arnita Damayanti, A. A. Inten Pramitriyani

 

AYU WIDYA

Ayu Widyasari Hanaya atau yang akrab dipanggil Ayu oleh teman-temannya ini berhasil membawa pulang piala juara III lomba membuat poster SMP se-Bali yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (12/9) kemarin. Pada kompetisi tersebut, Ayu harus bersaing dengan enam belas peserta lain dari seluruh Bali. Pada saat itu, Ayu mendapatkan subtema obat yang tepat untuk meningkatkan kualitas kesehatan dari sebuah tema besar “Importance of Drug Safety to Make a Healty Life.” Pada kesempatan tersebut, Ayu membuat poster yang menceritakan tentang seorang anak kecil yang sudah belajar menggunakan obat dengan benar. Ia menganggap bahwa pengetahuan tentang obat harus diketahui anak-anak sejak kecil. “Di tema tertulis penggunaan obat yang tepat, jadi saya pikir untuk membuat seorang anak kecil karena dari kecil kita sudah harus mengetahui cara menggunakan obat,” ungkapnya.

Ayu mengaku ide tentang gambar yang dibuatnya baru terpikir dua hari sebelum lomba. “Saya tahu idenya seminggu sebelum lomba, terus kepikiran gambarnya baru dua hari sebelum lomba,” tuturnya. Meskipun tidak dapat mengikuti pengumuman secara langsung, dirinya tetap merasa sangat senang karena akhirnya berhasil membawa pulang piala ketiga setelah sebelumnya belum berhasil pada perlombaan sejenis. “Perasaan saya sangat senang, meski saya tidak dengar langsung, kaget saja karena tumben bisa dapat juara,” ungkapnya polos.

Senada dengan Ayu, I Made Mahayoga Sapanca, pembina ekstrakulikuler seni lukis di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar yang sekaligus menjadi pembina Ayu pada lomba ini juga mengungkapkan rasa senangnya telah berhasil mengantarkan anak didiknya meraih juara III. “Ya pastinya sangat senang, setelah penantian yang cukup lama, akhirnya tahun ini dapat juga, “ ungkapnya. Dirinya berharap kedepannya makin banyak siswa SLUB yang menunjukkan dirinya di bidang seni terutama seni lukis. (LP)

IMG_3048IMG_3030

Untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-70, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengadakan perlombaan selama dua hari berturut-turut. Perlombaan yang diadakan terpisah ini dikelompokkan berdasarkan kategori tempat. Jumat (14/8) perlombaan dikhususkan di dalam ruangan (indoor). Seluruh lomba pada hari ini diadakan di dalam kelas. Terdapat lima buah perlombaan indor, di antaranya karaoke, membaca puisi, menulis cerpen, dan karikatur. Dari kelima jenis lomba tersebut, karaoke adalah lomba yang paling banyak menyedot perhatian penonton. Aula satu SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar terlihat sesak oleh penonton saat perlombaan. Lomba karaoke yang tergolong baru diadakan tahun ini diikuti oleh seluruh kelas VII, VIII dan IX. Para peserta diminta untuk menyayikan sebuah lagu wajib “Indonesia Jaya” dan lagu pilihan “Sempurna” dan “Could it Be” Thea, juara I lomba ini mengaku agak IMG_2998tegang ketika akan tampil meskipun dirinya sudah sering mengikuti perlombaan menyanyi sebelumnya. “Tegang, soalnya banyak yang bagus-bagus,” ungkapnya.

Perlombaan dalam memeriahkan kemerdekaan RI dilanjutkan pada keesokan harinya (15/8). Perlombaan yang dipusatkan di lapangan basket ini adalah lomba gembira seperti lomba makan kerupuk,kangguru race, memasukan paku dalam botol, dan mencari koin dalam tepung. Pengumuman pemenang lomba dilaukan pada hari yang sama setelah perlombaan outdoor selesai dilaksanakan. Saat siswa sibuk mengikuti lomba outdor, para panitia juga menilai kebersihan masing-masing kelas. Ayu, siswa kelas VII mengaku sangat menikmati seluruh perlombaan yang diadakan sekolahnya. “Meriah dan sangat menyenangkan, ternyata SLUB punya banyak kegiatan,” ungkapnya. (LP)

 

 

IMG_0557

“Sampai tadi ini saya benar-benar tidak tahu jika berat badan saya lebih 10 Kg”

walikota Denpasar

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengapresiasi baik alat buatan siswa SMP Saraswati 1 Denpasar, Apta Prana Mas Erlangga. “Sampai tadi ini saya benar-benar tidak tahu jika berat badan saya lebih 10 Kg,” uajar Walikota di tengah-tengah pidatonya pada acara pembukaan pameran Inovasi siswa SMA/SMK yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Denasar.

Adalah Apta Prana Mas Erlangga, siswa kelas IX Bilingual yang berhasil membius dewan juri untuk menenempatkan dirinya pada posisi pamuncak.

Pada ajang penelitian yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Denpasar melalui kegiatan Denpasar Inovation Award, Apta panggilan akrabnya membuat sebuah alat penghitung Indeks Masa Tubuh (IMT). Berbekal pengetahuan dasar penghitungan IMT dengan membandingkan berat dan tinggi, ia membuat sebuah alat guna memudahkan penghitungan IMT seseorang. Setelah dihitung, untuk satu kali penghitungan, alat ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, selain kecepatan penghitungan sampai 300 persen.

Alat yang dirancang menggunakan mikrokontroler ATMega 3028p ini bukanlah sebuah projek yang mahal. Menurut pengakuan Apta, alat ini hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 700.000. prinsip kerjanyapun sebenarnya sangat sederhana. Berat tubuh seseorang diubah menjadi data digital melalui sensor HX 711. Sementara tinggi diukur dengan menggunakan motor stepper. Selanjutnya, berat dan tinggi tersebut diolah di dalam mikrokontroler dengan membandingkan data yang didapat dengan data tabel yang sudah disisipkan melalui library di dalamnya. Alhasil, akan keluar IMT orang yang diukur di LCD. Indikator yang muncul sesuai dengan perbandingan berat dan tinggi (normal, obesitas I-III, kurang gizi I-III) beserta kelebihan dan kekurangan berat badan subjek.

Menurut Apta, inspirasi untuk membuat alat ini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh temannya. “Saya tertarik dengan penelitian teman saya yang ketika itu mencoba membandingkan IMT yang dihitung dengan cara normal dan IMT yang dihitung dengan menggunakan golden ratio, lalu terlintas di pikiran saya, mengapa saya tidak mencoba membuat alat agar memudahkan kita mengetahui IMT kita?” tutur Apta dengan serius.

Penelitian memang tidak ada habisnya, untuk ke depan, Apta berencana membawa hasil penelitiannya ini ke tingkat yang lebih tinggi seperti LPIR atau LIPI. (LP)

tes

MBGKG berhasil meraih juara pertama dalam lomba Marching Band yang diadakan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional Rabu, (5/8) kemarin. Membawakan tiga buah lagu, MBGKG berhasil membius juri lomba. Perlombaan yang diadakan di lapangan Lumintang tersebut, diikuti oleh dua Band lain.

Beranggotakan 47 orang yang masing-masing 15 orang perkusi, 21 orang brass, dan 11 orang Colour Guard , MBGKG tampil dengan sangat percaya diri, bahkan memberikan kesan tersendiri pada penonton. “Saya sengan melihat penampilan MB ini, mereka terlihat sangat menguasai panggung,” ungkap Gusti slah seorang penonton.

Pada ajang tesebut, MBGKG membawakan tiga buah lagu yang masing-masing adalah Love is an Open Door, Let it Go, dan Anak Gembala. Menurut Komang Ayu Sri Iswari, ketua unit MBGKG, pemilihan tiga judul lagu tersebut dirasa sangat tepat karena dekat dengan anak-anak. “Ini kan hari Anak Nasional, jadi lagu-lagunya yang bertemakan anak-anak,” ungkapnya.

Butuh persiapan lima bulan untuk memainkan lagu dengan sempurna. Sebelumnya, MBGKG tampil mengesankan pada Langgam Indonesia, bulan Juli silam. Pada ajang tesebut, MBGKG memberikan piala juara kedua untuk sekolah. (LP)

IMG_2107

Setelah persiapan yang panjang, lebih kurang lima bulan, akhirnya tim paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar (Parsa) berhasil menebus kerja keras mereka dengan sebuah piala runner up pada ajang LKBB SMANSA, Senin (3/8). Beranggotakan 22 orang personil Parsa tampil menawan dengan kostum hijau yang berpadu dengan warna putih menghadapi 11 tim lain dari berbagai SMP di Denapasar..
Matahari rupanya bersahabat pada sore itu. Tepat ketika parsa tampil, teriknya mentari tiba-tiba terhalang oleh segumpalan awan yang menyisakan warna bayangan di lapangan basket SMANSA Denpasar. Keadaan ini lantas dimanfaatkan dengan baik oleh Parsa untuk tampil dengan maksimal. “Seluruh gerakan terselesaikan dalam waktu 18 menit’” untkap danto

Pasukan yang dipimpin oleh danton Reza Dwi Saputra tersebut membawakan dua buah gerakan variasi. Di antara gerakan tersebut ada sebuah gerakan yang menjadi ikon tim paskibra ini. Kecak dan Janger, begitulah Parsa biasa menamai gerakan tersebut.

I Ketut Aria Batur, pembina paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengaku sangat bangga dengan penampilan anak didiknya. Meskipun terlihat agak tegang ketika menunggu detik-detik pengumuman, akan tetapi Pak Arya (sapaan akrab siswa) tetap berusaha menunjukkan ekspresi tenangnya sambil berdiri di sudut lapangan. “Saya sangat bangga kepada anak-anak karena telah tampil dengan maksimal. Meskipun ada sedikit kekecewaan di anak-anak karena tidak mampu meraih juara I, saya tetap yakin mereka akan mampu pada ajang yang sama tahun depan” ungkap beliau.

Kemenangannya kali ini memberikan kesan tersendiri di hati Reza, danton Parsa. Setelah sebelumnya pernah tampil tidak baik saat parade ekstra di acara MOS, Reza mengaku untuk penampilannya di SMANSA telah ia persiapkan dengan sangat matang. “Meskipun sebenarnya saya tetap merasa sedih karena tidak mampu meraih juara I lagi seperti LKBB Foursma waktu ini,”ungkapnya.

Kemenangan ini menambah daftar kemenangan yang menghinggapi Parsa selama dua tahun terakhir. Sebelumnya Parsa telah mampu mengharumkan nama sekolah pada ajang yang hampir sama yakni juara III LKBB Foursma, juara III LKBB SMANSA, Juara I LKBB Smanela, JUARA II LKBB PPI Bali, dan Juara I LKBB Foursma (2015). Selamat Parsa! (LP)

20150801_095031

Kegiatan tes masuk kelas unggulan di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berakhir hari ini (1/8). Sebelumnya seluruh siswa yang mendaftarkan diri mengikuti tes untuk masuk kelas unggulan telah melewati tes tulis enam mata pelajaran. Sementara itu, hari ini seluruh peserta hanya mengikuti tes wawancara. Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan I Nyoman Sumerta, tahun ini minat siswa masuk ke kelas unggulan sangat besar. Ini terlihat dari banyaknya siswa yang mendaftar untuk masuk di kelas unggulan. “Dari 228 siswa baru yang masuk di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, 114 di antaranya mendaftarkan diri untuk masuk di kelas unggulan,” ungkap beliau.

Kelas unggulan di SLUB terdiri atas dua rombel yakni kelas bilingual dan kelas VIIA dan VIIF. Selain fasilitas kelas yang berbeda dari kelas reguler, siswa yang berada di kelas unggulan diprioritaskan untuk mewakili sekolah dalam ajang perlombaan. Sebagai informasi, kelas di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar terbagi menjadi dua kelompok kelas yaitu kelas unggulan dan kelas reguler. Kelas unggulan terbagi lagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas bilingual, kelas unggulan 1 dan unggulan 2.

Hasil tes tulis dan tes wawancara bisa didownload dengan menekan tombol di bawah ini.

BOTON DOWNLOAD