IMG_3048IMG_3030

Untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-70, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengadakan perlombaan selama dua hari berturut-turut. Perlombaan yang diadakan terpisah ini dikelompokkan berdasarkan kategori tempat. Jumat (14/8) perlombaan dikhususkan di dalam ruangan (indoor). Seluruh lomba pada hari ini diadakan di dalam kelas. Terdapat lima buah perlombaan indor, di antaranya karaoke, membaca puisi, menulis cerpen, dan karikatur. Dari kelima jenis lomba tersebut, karaoke adalah lomba yang paling banyak menyedot perhatian penonton. Aula satu SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar terlihat sesak oleh penonton saat perlombaan. Lomba karaoke yang tergolong baru diadakan tahun ini diikuti oleh seluruh kelas VII, VIII dan IX. Para peserta diminta untuk menyayikan sebuah lagu wajib “Indonesia Jaya” dan lagu pilihan “Sempurna” dan “Could it Be” Thea, juara I lomba ini mengaku agak IMG_2998tegang ketika akan tampil meskipun dirinya sudah sering mengikuti perlombaan menyanyi sebelumnya. “Tegang, soalnya banyak yang bagus-bagus,” ungkapnya.

Perlombaan dalam memeriahkan kemerdekaan RI dilanjutkan pada keesokan harinya (15/8). Perlombaan yang dipusatkan di lapangan basket ini adalah lomba gembira seperti lomba makan kerupuk,kangguru race, memasukan paku dalam botol, dan mencari koin dalam tepung. Pengumuman pemenang lomba dilaukan pada hari yang sama setelah perlombaan outdoor selesai dilaksanakan. Saat siswa sibuk mengikuti lomba outdor, para panitia juga menilai kebersihan masing-masing kelas. Ayu, siswa kelas VII mengaku sangat menikmati seluruh perlombaan yang diadakan sekolahnya. “Meriah dan sangat menyenangkan, ternyata SLUB punya banyak kegiatan,” ungkapnya. (LP)

 

 

IMG_0557

“Sampai tadi ini saya benar-benar tidak tahu jika berat badan saya lebih 10 Kg”

walikota Denpasar

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengapresiasi baik alat buatan siswa SMP Saraswati 1 Denpasar, Apta Prana Mas Erlangga. “Sampai tadi ini saya benar-benar tidak tahu jika berat badan saya lebih 10 Kg,” uajar Walikota di tengah-tengah pidatonya pada acara pembukaan pameran Inovasi siswa SMA/SMK yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Denasar.

Adalah Apta Prana Mas Erlangga, siswa kelas IX Bilingual yang berhasil membius dewan juri untuk menenempatkan dirinya pada posisi pamuncak.

Pada ajang penelitian yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Denpasar melalui kegiatan Denpasar Inovation Award, Apta panggilan akrabnya membuat sebuah alat penghitung Indeks Masa Tubuh (IMT). Berbekal pengetahuan dasar penghitungan IMT dengan membandingkan berat dan tinggi, ia membuat sebuah alat guna memudahkan penghitungan IMT seseorang. Setelah dihitung, untuk satu kali penghitungan, alat ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, selain kecepatan penghitungan sampai 300 persen.

Alat yang dirancang menggunakan mikrokontroler ATMega 3028p ini bukanlah sebuah projek yang mahal. Menurut pengakuan Apta, alat ini hanya menghabiskan biaya sebesar Rp 700.000. prinsip kerjanyapun sebenarnya sangat sederhana. Berat tubuh seseorang diubah menjadi data digital melalui sensor HX 711. Sementara tinggi diukur dengan menggunakan motor stepper. Selanjutnya, berat dan tinggi tersebut diolah di dalam mikrokontroler dengan membandingkan data yang didapat dengan data tabel yang sudah disisipkan melalui library di dalamnya. Alhasil, akan keluar IMT orang yang diukur di LCD. Indikator yang muncul sesuai dengan perbandingan berat dan tinggi (normal, obesitas I-III, kurang gizi I-III) beserta kelebihan dan kekurangan berat badan subjek.

Menurut Apta, inspirasi untuk membuat alat ini muncul dari penelitian yang dilakukan oleh temannya. “Saya tertarik dengan penelitian teman saya yang ketika itu mencoba membandingkan IMT yang dihitung dengan cara normal dan IMT yang dihitung dengan menggunakan golden ratio, lalu terlintas di pikiran saya, mengapa saya tidak mencoba membuat alat agar memudahkan kita mengetahui IMT kita?” tutur Apta dengan serius.

Penelitian memang tidak ada habisnya, untuk ke depan, Apta berencana membawa hasil penelitiannya ini ke tingkat yang lebih tinggi seperti LPIR atau LIPI. (LP)

tes

MBGKG berhasil meraih juara pertama dalam lomba Marching Band yang diadakan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional Rabu, (5/8) kemarin. Membawakan tiga buah lagu, MBGKG berhasil membius juri lomba. Perlombaan yang diadakan di lapangan Lumintang tersebut, diikuti oleh dua Band lain.

Beranggotakan 47 orang yang masing-masing 15 orang perkusi, 21 orang brass, dan 11 orang Colour Guard , MBGKG tampil dengan sangat percaya diri, bahkan memberikan kesan tersendiri pada penonton. “Saya sengan melihat penampilan MB ini, mereka terlihat sangat menguasai panggung,” ungkap Gusti slah seorang penonton.

Pada ajang tesebut, MBGKG membawakan tiga buah lagu yang masing-masing adalah Love is an Open Door, Let it Go, dan Anak Gembala. Menurut Komang Ayu Sri Iswari, ketua unit MBGKG, pemilihan tiga judul lagu tersebut dirasa sangat tepat karena dekat dengan anak-anak. “Ini kan hari Anak Nasional, jadi lagu-lagunya yang bertemakan anak-anak,” ungkapnya.

Butuh persiapan lima bulan untuk memainkan lagu dengan sempurna. Sebelumnya, MBGKG tampil mengesankan pada Langgam Indonesia, bulan Juli silam. Pada ajang tesebut, MBGKG memberikan piala juara kedua untuk sekolah. (LP)

IMG_2107

Setelah persiapan yang panjang, lebih kurang lima bulan, akhirnya tim paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar (Parsa) berhasil menebus kerja keras mereka dengan sebuah piala runner up pada ajang LKBB SMANSA, Senin (3/8). Beranggotakan 22 orang personil Parsa tampil menawan dengan kostum hijau yang berpadu dengan warna putih menghadapi 11 tim lain dari berbagai SMP di Denapasar..
Matahari rupanya bersahabat pada sore itu. Tepat ketika parsa tampil, teriknya mentari tiba-tiba terhalang oleh segumpalan awan yang menyisakan warna bayangan di lapangan basket SMANSA Denpasar. Keadaan ini lantas dimanfaatkan dengan baik oleh Parsa untuk tampil dengan maksimal. “Seluruh gerakan terselesaikan dalam waktu 18 menit’” untkap danto

Pasukan yang dipimpin oleh danton Reza Dwi Saputra tersebut membawakan dua buah gerakan variasi. Di antara gerakan tersebut ada sebuah gerakan yang menjadi ikon tim paskibra ini. Kecak dan Janger, begitulah Parsa biasa menamai gerakan tersebut.

I Ketut Aria Batur, pembina paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengaku sangat bangga dengan penampilan anak didiknya. Meskipun terlihat agak tegang ketika menunggu detik-detik pengumuman, akan tetapi Pak Arya (sapaan akrab siswa) tetap berusaha menunjukkan ekspresi tenangnya sambil berdiri di sudut lapangan. “Saya sangat bangga kepada anak-anak karena telah tampil dengan maksimal. Meskipun ada sedikit kekecewaan di anak-anak karena tidak mampu meraih juara I, saya tetap yakin mereka akan mampu pada ajang yang sama tahun depan” ungkap beliau.

Kemenangannya kali ini memberikan kesan tersendiri di hati Reza, danton Parsa. Setelah sebelumnya pernah tampil tidak baik saat parade ekstra di acara MOS, Reza mengaku untuk penampilannya di SMANSA telah ia persiapkan dengan sangat matang. “Meskipun sebenarnya saya tetap merasa sedih karena tidak mampu meraih juara I lagi seperti LKBB Foursma waktu ini,”ungkapnya.

Kemenangan ini menambah daftar kemenangan yang menghinggapi Parsa selama dua tahun terakhir. Sebelumnya Parsa telah mampu mengharumkan nama sekolah pada ajang yang hampir sama yakni juara III LKBB Foursma, juara III LKBB SMANSA, Juara I LKBB Smanela, JUARA II LKBB PPI Bali, dan Juara I LKBB Foursma (2015). Selamat Parsa! (LP)

20150801_095031

Kegiatan tes masuk kelas unggulan di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berakhir hari ini (1/8). Sebelumnya seluruh siswa yang mendaftarkan diri mengikuti tes untuk masuk kelas unggulan telah melewati tes tulis enam mata pelajaran. Sementara itu, hari ini seluruh peserta hanya mengikuti tes wawancara. Berdasarkan keterangan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan I Nyoman Sumerta, tahun ini minat siswa masuk ke kelas unggulan sangat besar. Ini terlihat dari banyaknya siswa yang mendaftar untuk masuk di kelas unggulan. “Dari 228 siswa baru yang masuk di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, 114 di antaranya mendaftarkan diri untuk masuk di kelas unggulan,” ungkap beliau.

Kelas unggulan di SLUB terdiri atas dua rombel yakni kelas bilingual dan kelas VIIA dan VIIF. Selain fasilitas kelas yang berbeda dari kelas reguler, siswa yang berada di kelas unggulan diprioritaskan untuk mewakili sekolah dalam ajang perlombaan. Sebagai informasi, kelas di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar terbagi menjadi dua kelompok kelas yaitu kelas unggulan dan kelas reguler. Kelas unggulan terbagi lagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas bilingual, kelas unggulan 1 dan unggulan 2.

Hasil tes tulis dan tes wawancara bisa didownload dengan menekan tombol di bawah ini.

BOTON DOWNLOAD

IMG_3418

M

asa Orientasi Siswa (MOS) SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berjalan lancar sampai pada penutupan Rabu (29/7) kemarin. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berlangsung tanpa hambatan yang berarti. Seluruh kegiatan yang dikelola sepenuhnya oleh siswa OSIS yang tergabung dalam kepanitiaan mos tersebut memberikan kesan tersendiri di mata kepala sekolah. “Saya merasa sangat bangga mendengar laporan apabila sampai detik ini belum ada orang tua yang mengeluhkan kegiatan MOS SLUB. Itu artinya seluruh OSIS telah mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan pakem yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Denpasar,” ungkap beliau dalam sambutan pada acara penutupan.
Siswa yang tercatat mengikuti MOS pada tahun ini adalah 228 orang. Menurut Ayu Meliana, ketua OSIS SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, seluruh peserta MOS merasa sangat menikmati kegiatan tersebut. Baginya, kegiatan bisa berjalan lancar karena kepanitiaanya memang sengaja mendesain kegiatan yang mengedepankan keramah-tamahan, tanggung jawab, sopan santun, dan tenggang rasa. “Kami memiliki komitmen, agar MOS ini tidak terkesan jelek di mata adik-adik siswa baru dan orang tua. Kami ingin MOS ini memang bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya, acara pembukaan dilakukan pada Senin (27/6) bertempat di lapangan basket SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Acara MOS dibuka oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ditandai dengan pelepasa balon. (LP)

Screenshot_2015-05-10-08-10-37

Kelompok jurnalistik SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil meraih berita utama terbaik sekaligus profil terbaik pada lomba kording presslist 6 yang diadakan oleh SMA N 3 Denpasar (9/5). Prestasi tersebut didapatkan setelah perjuangan selama empat jam pada babak On the Spot (OTS). Pada babak ini empat orang perwakilan tim harus mempertanggungjawabkan kording yang telah dikumpulkan pada babak penyisihan dengan cara langsung membuat berita dengan topik dan narasumber yang telah ditentukan. Dian Krisnathania, ketua kelompok mengatakan bahwa dirinya telah berlatih selama dua minggu untuk menghadapi babak tersebut.” Kami berlatih selama dua minggu bersama pembina untuk mempersiapkan lomba kali ini,” ungkapnya.
Pada babak OTS, tim jurnalistik SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar mengangkat tema tentang Geothermal Bedugul. “Kami tertarik setelah mendengarkan narasumber dari PLN yang terus menyinggung Geothermal pada sesi perkenalan,” ujar Pradnya anggota tim. Khusus untuk profil, mereka mengangkat sosok ketua panitia presslist 6 yang dulunya pernah menjadi peserta. Sementara itu, untuk artikel mereka membahas tentang sampah.
Terhalang UN
Ada yang menarik dengan salah seorang anggota, Pradnya Widyaswari. Siswa kelas IX ini, masih tetap bersemangat mengikuti lomba, meskipun harus berbenturan dengna pelaksanaan UN. Ia harus menyelesaikan UN-nya dulu sebelum mengikuti perlombaan. Baginya, mendapatkan pengalaman di ajang perlombaan lebih penting dibandingkan harus berpusing ria di UN. “Kalau bisa ikut dua-duanya kan lebih bagus. Bisa nambah pengalaman,” ungkapnya. Benar saja, pada sesi OST, berita utama dan profil yang ia buat mendapat predikat terbaik.
Kemenangan ini mengantarkan tim jurnalistik SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar membawa pulang piala juara 1 lomba kording Presslit 6. (LP)

Kami keluarga besar SMP (SLUB) Saraswati 1Denpasar mengucapkan selamat hari raya Galungan dan Kuningan. Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan untuk kita semua

IMG_17468221808162

Untuk ketiga kalinya, tim KIR SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil membawa pulang medali emas sekaligus kedua kalinya untuk medali perunggu LPIR Nasional.
Tahun ini, medali itu datang dari bidang IPS dan bidang IPA. Bagaimana ceritanya?

IMG_1328
Tahun ini, Bali diwakili oleh enam tim dari empat kabupaten/kota untuk berlaga ke tingkat Nasional dalam bidang penelitian. Dari enam tim, dua tim yang lolos adalah dari SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Kedua penelitian yang lolos adalah “Transgender pada Seni Pertunjukan Arja Bali” oleh Putu Dyah Intan Prathiwi dan Ayu Nanda Krisna Naraiswari yang berhasil memperoleh emas dan “Karakter Morfologi Daun dan Tipe Stomata Beberapa Tanaman Peneduh Jalan di Kota Denpasar” oleh Rr. Fitria Dwi Intan Milleniari dan Ni Ketut Ayu Juni Puspasari yang berhasil membawa pulang medali perunggu.

Presentasi karya dilakukan di Hotel Santika, Serpong, Tanggerang 8-14 Oktober 2014. Kedua tim SLUB harus bersaing dengan tim-tim dari seluruh provinsi se-Indonesia. Presentasi karya dilakukan dengan sistem tertutup seperti sidang skripsi atau thesis. Persiapan yang dilakukan kedua tim ini termasuk singkat, yakni hanya seminggu. “Seminggu itu kami mesti benar-benar fokus, belum menyiapkan power point juga mesti latihan presentasi,” ungkap Intan ketua tim.

Meskipun presentasi diakui kedua tim berjalan dengan lancar, tetapi sebelum presentasi mereka sempat merasa tegang. Bahkan, Intan dan Ayu Juni sempat sakit. Akan tetapi, masalah itu bisa teratasi dengan dukungan dari teman-temannya yang lain.

Setelah pengumuman yang mendebarkan pada Senin malam (13/10) semuanya bisa pulang dengan senyum. Meskipun diakui ada beberapa kekurangan saat presentasi seperti kurang membawa alat dan sampel penelitian, Dwi Intan ketua tim menganggap itu sebagai pengalaman untuk menjadi lebih baik di kemudian hari. “Sempat ditanya juri tentang alat dan sampelnya, membuat sedikit panik. Untungnya bisa kami jelaskan,” tuturnya.

Di satu sisi, kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Dra. I G. A.A. Adnyani, M.M sangat mengapresisasi perjuangan anak-anaknya. “Saya sangat bangga dan terharu, karena kita tetap bisa mewakili Bali di ajang Nasional dan itu merupakan prestasi sekaligus prestise bagi kami,” tutur beliau. Guna merangsang siswa lain untuk berprestasi, kepala sekolah juga memberikan bebas SPP bagi siswa yang mendapat medali emas selama enam bulan dan tiga bulan bagi siswa yang berhasil meraih medali perunggu. Baca juga Tim LKTI SLUB Raih Juara III Humaniora UNUD

Kembali ke Atas

untuk web

Meskipun terhambat oleh beberapa drama protes, akhirnya tim paskibra SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar (PARSA) berhasil membawa pulang kembali piala bergilir Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) SMA Negeri 5 Denpasar. Kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun oleh SMANELA ini diikuti oleh 17 tim paskibraka dari beberapa SMP di Bali.
Lanjutkan Membaca