Mei
09

PENGEMBANGAN DIRI PEREMPUAN MELALUI PENDIDIKAN

Ditulis pada 09 Mei 2008 Kategori: artikel

Ditulis oleh : Ni Nyoman Puspitawati, S.Pd

Guru SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar

 

PENGEMBANGAN DIRI PEREMPUAN MELALUI PENDIDIKAN

Pemerintah untuk mengangkat kecerdasan kaum perempuan Indonesia adalah melalui pelatihan-pelatihan. Sejalan dengan hal tersebut kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat telah mengakibatkan perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupan. Perempuan mulai berpeluang mencari jalan keluar dari kungkungan ideologi gender maupun normatif sosial keagamaan. Ibarat sebuah perjalanan perempuan sudah berada di persimpangan jalan. Tinggal menentukan kemana arah yang akan dituju. Disini dibutuhkan kearifan dan pemikiran kritis untuk menentukan sendiri model kehidupan bagaimana yang diinginkan.

               Permasalahan yan dihadapi oleh perempuan kini merupakan masalah yang kompleks. Kompleksnya masalah tersebut membutuhkan strategi yang mampu secara mendasar mengubah pandangan masyarakat terhadap mereka. Pada saat ini diperlukan suatu gerakan perempuan tahap kedua. Gerakan kesetaraan gender di era reformasi ini bertujuan tidak hanya menghilangkan diskriminasi terselubung terhadap perempuan, tetapi lebih dari itu gerakan bertujuan pula memberantas beberapa ideologi yang menjadi sumber dari persepsi yang mempersulit perempuan untuk mengembangkan diri mereka sebagai manusia yang mandiri. Pendidikan adalah kata kunci yang menjadi elemen penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. 

               Langkah pertama dalam pemberdayaan kaum perempuan adalah meningkatkan kemampuan pribadi perempuan untuk bertindak sebagai individu. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan status kesehatan reproduksi dan keluarga, serta peningkatan status perempuan dalam keluarga dan masyarakat yang akan berdampak langsung pada peningkatan status sosial ekonomu keluarga dan masyarakat. Reproduksi terdiri atas reproduksi biologis yang berkaitan dengan lahirnya generasi baru manusia dan reproduksi sosial yang berkaitan dengan pemeliharaan dan sosialisasi misalnya kegiatan pengasuhan anak dan semua anggota keluarga. Kemudian ditegaskan bahwa upaya membangun harkat dan martabat perempuan dalam membangun identitas diri dan otonomi adalah melalui pendekatan membangun sumber daya perempuan secara komprehensif dan holistik bersama-sama penyadaran peran gender yang setara. Dengan demikian peranan istri sebagai roh keluarga tidak pernah hilang dalam arus perubahan terutama dalam upaya mengejar kesetaraan gender.