Kebersamaan
Prestasi
Mar
20

PUISI

Ditulis pada 20 Maret 2010 Kategori: artikel

TARIAN BALI

Oleh: Ni Ketut Midiastini, S.Pd.

 

Tarian Bali lepas melenggang

Tari klasik Legong Kraton

Oleg Temulilingan

Terunajaya,Wiranata,Tenun

Dan segudang tari yang ada

Terkait erat dengan alunan gong kebyar

Yang mengalun indah mengema

 

Tarian lepas menggeliat

Meliuk-liuk lincah

Diirngi penabuh gong kebyar tangguh

Penarinya bule Meksiko

Dengan  kebyar Duduk karya maestro I Mario yang tersohor Tak kalah penari cilik,Larasati

Dengan tari Terunajayanya

penuh gereget, tangkas, dan sigap

Memukau penontonnya

 

Tarian lepas hadir lawas

Tak pernah lepas memikat hati

Menyedot mata dunia

Memberi roh bagi Baliku

Menebar wangi pulau seribu pura di jagat raya

Menyatu dalam sanubari pencinta budaya

Warisan yang diwariskan

                 26-1-2009

 

IBUKU SAYANG 

Karya: Ni Ketut Midiastini, S. Pd. 

 

Wajahmu tampak sungguh lelah

Lelah...lalah , teramat lelah

Tubuhmu rapuh tak lagi bertenaga

Perjalanan terkikis jaman

Keriput menghiasi penanda usia uzur

Ibu kuatlah, bertahanlah dalam sisa hidupmu

Ibu Kau selalu di hatiku

 

Bila sepi menggoda hari-harimu

Atau kerinduan mengusik hatimu Ibu

Biarkan angin membisikkan berita

Biarkan malam bersenandung merdu

 Menyanyikan lagu pelipur lara

Melepas segala resah yang menyiksa

 

Ibu sayang pelitaku

Langkahmu tersendat-sendat kian lambat

Meningalkan jejak pada jalan yang kulalui

Tatap matamu yang redup dan menerawang

Memberi ketajaman pada tatapan mata generasimu

Perjuangan bukan bualan belaka

 

Aku bangga jadi anakmu Ibu

Syair ini persembahanku

Tersenyumlah Ibu

Ukirlah pualam dengan tinta emas

Tebarkan wangi di alam semesta

Bukti tetes keringat tidak sia-sia

Meraih asa mengukir angan

    

                                      22-12-2009

 

 

AGRESI  ISRAEL

Kepulan asap hitam

Membumbung tinggi menjilat langit

Dentuman bom pencabut nyawa mencekam

Mengintip insan Tuhan tanpa dosa

Membinasakan kehidupan

Jalur GAZA kian membara

Memangsa korban tanpa pilih

 

Teriak anak-anak ketakutan

Tangis bersautan di mana-mana

Dalam sekejap mata

Orang-orang tersayang gosong

Terkapar tercabik-cabik ganasnya rudal

Yang

Memporak- porandakan, meluluh lantakkan

Pemukiman di Falestina

 

 

Gadis kecil tergolek tak berdaya

Merelakan sepasang kakinya diamputasi

Hati teriris menahan pilu

Laka-laki kecil terkulai pasrah

Perang kejam membutakan matanya

Dunia siang atau malam

Sama gelapnya

 

Falestina, Arafah,  digempur

Jalur GAZA perang militer bersenjata teknologi tinggi

Mengamuk puluhan hari tanpa jeda

 

Hamas dituding dalang penyulut api

Kekuatan pada Israel

Kedua kubu mempertontonkan gengsi

GAZA pemicu konflik

Keserakahan atau kemunafikan?

Serdadu maju bertaruh nyawa

Terkapar bermandi darah

Kemudian diam tak bergerk

 

Israel terus membabi buta

Mengepung tak pernah mundur

Gema damai di penjuru dunia

Seruan gencatan senjata tiada digubris

PBB kehilangan caling

Demo anti perang menggema di mana-mana

Kutukan ditabuh simpatisan

Konflik  seakan tak berujung

      

Oleh: Ni Kt. Midiastini,S.Pd.

 

M E N G A L I R

Oleh: Ni Ketut Midiastini, S. Pd.

 

Dalam aliran darah

Dalam desahan nafas

Dalam gerak dan langkah

Mengalir

Akutnya penyakit

Budaya kehidupan pendidikan

 

Pola pikir materialitas dan mekanis

Sejalan jenjang-jenjang kuantitas

Dunia yang kaku

Mencetak robot-robot

Tanpa berbudaya

Tidak bermoral

 

Yang kumau mengalir j e r n i h

Kualitas generasi

Cerdas lahir batin

Dan

Berperadaban

 

Posisikan profesi pendidik paling utama

Mengalirkan kualitas anak bangsa

Bermoral ke puncak kejayaan

Agar hati yang kasat

Menampakkan sinar yang cerah

Aku yang peduli pendidikan

 

 

Kupersembahkan Kepada

                    Guru Bangsa

 

Sungguh berat beban di pundakmu

Tanggung jawab generasi penerus bangsa

Kau arahkan menuju gerbang

Pencerahan

Tuk melepaskan diri

dari belenggu kebodohan

 

Profesionalitas dituntut lewat kompetensi

Inovatif dan kreatif

Melahirkan belajar dapat bermakna

Trasfer of knolage dan trasfer of value

Mudah tersampaikan

 

Guru bangsa teruslah berbuat

Nyalakan pelita sepanjang jaman

Melangkahlah pasti menuntun generasi

 Tebarkan fibrasi positif bagi anak negeri

Bawalah mereka melihat jauh

Menuju proses antisipasi masa depan

Meraih prestasi menyentuh

Ranah demensi

 

Akseslah anak bangsa

Berkembang dan mandiri

Strategi, motivasi diri yang teraplikasi

Sebagai perubahan paradigma

 

Guru tentu pelaku terdepan

Pasti tujuan dan harapan teraih

 

 

Ni Kt. Midiastini

 

 

RASA

Culas membalut asa

Puas mengadu domba

Bisik busuk kiri , kanan

Meracuni,

Mengotori kejernihan sukma

Membalur lumpur

Kemurnian raga dan jiwa

Noktah

Cela

Disebar ke mana-mana

Rasa diri berpengaruh

Pongah, puas,dada ditepuk

Lupa rasa tegak menghadang

 

Rasa teguh diterjang gelombang

Bahasa Tuhan membalut sukma

Tak gentar tabuh pelatuk

Bibir merekah dalam resah

Tak goyah kaki melangkah

Nyanyian suci berbisik hati

 

Dalam gelap ada rasa

Jika hasrat menabur kasih

Tak'an lapuk pun terpuruk

Dia ada

Di dalam dan di luar

Membasuh noktah, menebar wangi menyan

 

Rasa

Kata siapa tiada?

Mata siapa melihat?

Rasa

Milik aku dan Dia

Dia menembus segala yang ada

dan tiada

 

Ni Ketut Midiastini, S,Pd.

 

 

TALI   KASIH

Ketut Midiastini

 

Beningnya tetes embun

Sejuknya embun pagi hari

Membasuh jiwa insani

Berpayung keyakinan nan teguh

Berakar pada kekokohan iman

 

Simpul tali kasih

Bening dan sejuknya embun di pagi hari

Kurindu hadirmu tak henti

Segarkan jiwa-jiwa yang gersang

Jadikan bara , wibuti boreh di kening

 

Kemana lari tatwamasi?

Tiada  siraman kesejukan

Kenapa menyayang menjadi basi?

Kasih sayang tanamlah

Biarkan tumbuh subur di ladang hati

 

Ni Kt. Midiastini

 

 

KLESIH

 

Beh dije cai mengkeb

Maurug buk awak caine

Sinah suba buwuk, menyi,

Maong pedewekan cai

Keto tuwah pikeneh

Tur pejalan caine

 

Mirib dot cai mengkeb 

Apang ilid pesan

Sakewale liu anake natasang 

Sawireh polah palih 

Tingkah berek, solah jele jalanang iba

 

Gebur cai bataran umah anake nu metanah

Dugdugang cai tanahe,

Nglesih tur ngurek tanah 

Sambilang ngengkebang dewek

De kendel, 

De girang malu

 

Beh mani puan,

Sing nyen cai kaurug ban biyas, semen

Sinah bungut caine ngep sekayang-kayang 

,

 Terawanglah Angkasa

Pandangi langit

Jelajah tentang kehidupan

Di bumi ini

Lingkup konsentris ruang angkasa

Planet, bintang yang bergerak

Sumber ketakjuban

 

Renungkan harmonis spiritual

Syukurilah keberadaan dunia

Ciumlah bunga elok

Yang tumbuh di sekitar kita

Dan mengajari kita berbagai fase kehidupan di bumi 

Dan memberikan

Nafas kehidupan bagi kita

 

Relaksasi dan nikmatilah

K e b e r a d a a n n ya

Sebagai prinsip 

Dan cerminan

 

                         Midiastini

                        Selasa, 19 Mei 2009

 

BIARKAN HATI KITA BERSENANDUNG

 

Alunan musik

Memicu air mata

Melahirkan inspirasi 

Perasaan bersyukur dan cinta

Membangun pikiran, tubuh

Dan rohani

 

Simponi yang indah

Menciptakan harmoni sejati dan keindahan

Getaran yang harmonis

Membawa hasrat kita

Menggetarkan sistem saraf kita 

 

Denyut perkusi nadi kita

Getaran kekuatan musik

Melambungkan kita ke langit

Hidup lebih baik

Dari hari yang berlalu

 

Tebarkan pesona kedamaian

Alunkan lagu percintaan abadi

Bagi semesta dan ciptaan Tuhan

Rantai hidup jangan punahkan

Senandung alam musik dan lagu

Bila hasrat menabuh kasih

 

Oleh: Ni Ketut Midiastini

 

Profil Guru

Ni Ketut Midiastini, S. Pd.

Ni Ketut Midiastini, S. Pd.

Kalender Kegiatan

September 2010
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
Event Bulan ini:

Bulan ini tidak ada event

Member Area





Belum jadi anggota?
Daftar sekarang juga

Polling

Bagaimana tampilan website ini menurut anda?





| Lihat Hasil